Sabtu, 30 Januari 2016

ASUS Zenfone Selfie ZD551KL






Smartphone dengan 2 Kamera 13MP

Zenfone Selfie memiliki kamera utama dan kamera depan sebesar 13MP. Selain itu, kamera depannya juga memiliki wide-angle sebesar 88 derajat. Dengan mode Selfie Panorama yang dimiliki, Anda dapat menangkap gambar dengan pandangan hingga 140 derajat, sehingga dapat menangkap gambar dengan lebih bagus. Kedua kamera yang dimiliki Zenfone selfie dirancang dengan lensa largan 5 prisma dan sensor Toshiba , dan juga memiliki teknologi dual LED real tone flash untuk penerangan dalam semua kondisi pencahayaan. Anda juga dapat menikmati fotografi makro yang dapat bekerja hingga jarak 6 cm, ditambah lagi dengan laser auto focus secepat 0.03 detik. Sungguh menakjubkan!

Desain Elegan dan Premium

Zenfone Selfie memiliki desain stylish yang sangat elegan dan premium. Didukung dengan warna pastel milik Zenfone Selfie, membuat penggunanya terlihat lebih muda saat menggunakannya. Selain itu, Zenfone Selfie juga dilengkapi dengan desain konsentris yang membuatnya terasa lebih premium lagi. Zenfone Selfie memiliki desain melengkung yang ergonomis, tombol kamera yang terletak dibagian belakang membuat pengguna dapat dengan mudah mengambil gambar.


Zenfone Selfie – ZD551KL

· 64-bit Qualcomm Octa-Core Processor Snapdragon 615 (MSM8939)
·   Android™ 5.0 Lollipop 64-bit + ASUS Zenul 2.0
·   Layar 5.5 Super Bright IPS Full HD 1920 x 1080, 403ppi 178° wide angle, Super Anti Scartch Corning Gorilla Glass 4, Anti-Finger Coating, glove touch support
·   RAM 3GB ∙ 32GB / 16GB+5GB ASUS Webstorage
·   Main Camera 13MegaPixel Laser Auto-Fokus-waktu focus kurang dari 0.03 detik, Diafragma Besar f/2.0, 5lensa elemen, wide angle 88°, Kamera PixelMaster | Front Camera 13MegaPixel, Diafragma Besar f/2.2,wide angle 88°, Kamera PixelMaster, Dual Real Tone Flash, Selfie Panorama up to 140°
·   4G LTE, Download Speed 4G hingga 150Mbps
·   Dual SIM Dual Active (DSDA) ∙ Dual Navigation (GPS, A-GPS)  + GLONNAS, BDS ∙ 3000mAh Li-Polymer-Removable
·   1 Tahun Garansi Lokal

Minggu, 24 Januari 2016

Hidup Adalah Pilihan



Hidup Adalah Pilihan


Pada sebuah ladang yang subur, ada dua buah bibit tanaman yang terhampar.. Bibit yang pertama berkata.

“Aku ingin tumbuh besar, aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam pada musim semi, aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku..”

Setelah bebrapa hari bibit pertama itu pun tumbuh makin menjulang. Dan bibit kedua pun bergumam..

“ Aku takut,, jika kutanamkan akarku kedalam tanah ini aku tidak tau apa yang akan kutemui dibawah sana, bukankah disana sangat gelap,, dan jika ku teroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang,, tunasku ini pasti akan terkoyak, apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya,, dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah,,  tidaaak..tidaakk.. Akan lebih baik aku menunggu saja sampai semuanya aman,!”

Dan bibit kedua itu pun menunggu dalam kesendiriannya,, beberapa pekan kemudian se ekor ayam mengais tanah itu menemukan bibit yang kedua tadi, dan,, ayam itu pun segera mematuk bibit tersebut, sehingga ia tidak bisa untuk tumbuh lagi..

Kesimpulannya adalah
 “ Selalu saja ada pilihan dalam hidup, selalu saja ada peran-peran yang harus kita jalani, namun sering kali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keragu-raguan, dan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri,, kita sering terbuai dengan alasan-alasan untuk tidak mau melangkah, tidak mau menatap hidup.. karena hidup adalah pilihan maka hadapilah itu dengan gagah dan  karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak..”

Sabtu, 23 Januari 2016

Green Canyon Karawang



Mini Green Canyon Karawang


Perjalanan Saya menuju green canyon Karawang memakan waktu tempuh kurang lebih 90 menit dari Telukjambe Karawang  tempat tinggal saya, dengan menggunakan sepeda motor. Selain melalui jalur Karawang bisa juga menggunakan jalur alternatif lain menuju grenn canyon Karawang yaitu melalui kawasan Jonggol Kab. Bogor, kemudian lanjut ke Desa Cikutamahi Cariu, kenapa bisa lewat Bogor,,? Karena green canyon Karawang terletak diantara perbatasan Karawang dan Bogor, dengan jembatan Ciomas menjadi patokannya.


Perjalanan menuju green canyon Karawang sangat seru karena di sisi kiri dan kanan jalan kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah terdapat sawah-sawah yang menghijau dan hutan jati yang sangat luas bahkan gunung-gungung sangat jelas terlihat.


Sesampainya disana Saya sempat mengobrol dengan warga sekitar mengenai asal mula green canyon Karawang ini, konon katanya sebelum menjadi objek wisata, green canyon Karawang ini dikenal dengan nama curug Ciomas dan biasa dijadikan tempat mandi oleh warga sekitar. Karena pesona yang dimilikinya akhirnya tempat ini di juluki green canyon Ciomas sekarang lebih dikenal dengan nama “Mini Green Canyon Karawang”.


Aliran sungai green canyon Karawang berasal dari kali Ciomas, panjang aliran sungai green canyon Karawang tidak sepanjang aliran sungai green canyon Pangandaran, panjangnya hanya sekitar 200 meter, ukuran sungai tidak terlalu besar.

Banyak cara untuk bisa menikmati keindahan green canyon Karawang ini, bisa menggunakan perahu karet, atau ban dan tersedia juga pelampung bagi yang tidak bisa berenang, tentu harus menyewanya..hehehe


Tapi jangan khawatir bisa juga berenang tanpa harus menggunakan pelampung atau ban, yang penting bisa berenang. Dan yang lebih menarik lagi, jika ingin memacu ardenalin, bisa melompat dari ketinggian 7 s/d 8 meter, seperti yang terlihat pada gambar banyak anak-anak yang melompat dari tebing batu sekeliling sungai, coba perhatikan mereka melompat tanpa alat bantuan pelampung atau ban,, “mereka saja bisa masa Saya gak bisa,,haha”

Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4 sore dan Saya sudah lelah waktunya perjalanan pulang, sampai ketemu di tempat piknik lainnya.. see u

Sabtu, 16 Januari 2016

MENYONTEK!!





Menyontek

Pak Guru         : Pak, si Budi anak Bapak kerjanya nyontek mulu.

Pak Bejo          : Gak mungkin Pak Guru, wong anakku pinter kok!

Pak Guru         : Buktinya hasil ulangan sejarah ini Pak.

Pak Bejo          : Coba Pak Guru buktikan.

Pak Guru      : Ini hasil ulangan Budi dan Rudi, anak yang duduk di sebelahnya. Coba Bapak perhatikan. Pertanyaan pertama , siapa nama Presiden RI pertama? Si Rudi menjawab Bung Karno, anak Bapak juga jawab Bung Karno.

Pak Bejo         : Semua orang juga tau klo Presiden pertama kita Buang Karno. Jadi gak mungkin dong    hanya karena jawaban yang sama, terus anak Saya nyontek.

Pak Guru         : Oke… Kita lanjutkan Pak Bejo, pertanyaan kedua, kapan Indonesia merdeka? Si Rudi  menjawab 17 Agustus 1945 dan anak Bapak juga menjawab sama, ini pasti karena Budi nyontek.

Pak Bejo        : Wah Pak Guru ini gak objektif, wong kenyataannya emang begitu kok anak Saya dituduh nyontek! Saya gak terima!!
Pak Guru : Sabar Pak Bejo, mari kita cek lagi pada pertanyaan ketiga, kapan terjadinya perang Paderi? Coba Bapak perhatikan jawaban mereka berdua. Si Budi menjawab, “mana Saya tau?!”.. dan anak Bapak jawabannya “Apalagi Saya?”..

Pak Bejo          : ????????????